Rangkuman Materi IPA Pelestarian Dan Keseimbangan Lingkungan

Pelestarian Lingkungan

Lingkungan merupakan tempat tinggal makhluk hidup dan tempat untuk mencari makan. Lingkungan harus kita jaga kelestariannya agar dapat terus digunakan oleh makhluk hidup. Salah satu upaya pelestarian lingkungan berupa pelestarian tumbuhan dan pelestarian hewan.

1. Pelestarian Tumbuhan

Pemanfaatan tumbuhan secara berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan berupa kerusakan lingkungan. Berikut adalah contoh kerusakan lingkungan dan upaya pelestarian yang dapat dilakukan manusia.

1. Tumbuhan menjadi langka bahkan punah karena ditebang untuk kepentingan pribadi atau dijual. Contoh tumbuhan langka, yaitu bunga bangkai, raflesia, cendana, dan gaharu. Upaya pelestarian yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut.

  • a. Membangun kawasan taman nasional untuk melindungi tumbuhan langka.
  • b. Melakukan pengembangbiakan tumbuhan langka di luar habitat alaminya.
  • c. Membuat peraturan yang mengatur hukuman bagi pelaku penebangan hutan.

2. Hutan menjadi gundul akibat penebangan pohon di hutan secara terus-menerus dan berlebihan. Dampak terhadap lingkungan, antara lain sebagai berikut.

  • a. Jumlah pohon di hutan terus berkurang.
  • b. Hewan yang hidup di hutan kehilangan makanan dan habitatnya.
  • c. Memicu terjadinya bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir.

Upaya pelestarian yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut.

  • a. Melakukan sistem tebang pilih yaitu memilih pohon yang akan ditebang berdasarkan kriteria tertentu, seperti memilih pohon yang lebih tua untuk ditebang, dan lainnya.
  • b. Melakukan reboisasi atau penghijauan kembali hutan yang telah ditebang dengan menanam bibit pohon di kawasan tersebut.

2. Pelestarian Hewan

Pemanfaatan hewan yang berlebihan dapat menganggu keseimbangan ekosistem. Salah satu dampak tersebut, yaitu sebagai berikut.

1. Hewan menjadi langka bahkan mendekati kepunahan karena perburuan liar untuk dijual dan dijadikan hewan peliharaan. Contoh hewan langka, yaitu orang utan, harimau sumatra, komodo, dan badak bercula satu. Upaya yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut.

  • a. Menetapkan habitat alami hewan langka sebagai kawasan taman nasional yang dilindungi pemerintah.
  • b. Melarang kepemilikan hewan-hewan langka sebagai hewan peliharaan.
  • c. Mendirikan suaka margasatwa sebagai tempat penangkaran hewan-hewan langka.

2. Rusaknya rantai makanan yang telah terbentuk di suatu ekosistem. Hewan akan kehilangan mangsa atau pemangsanya.

Keseimbangan Lingkungan

Keseimbangan lingkungan dapat terganggu akibat aktivitas manusia. Berikut contoh kegiatan manusia yang dapat memengaruhi keseimbangan alam.

1) Penggunaan insektisida untuk memberantas hama. Dampaknya, yaitu pencemaran tanah dan matinya hewan yang bukan termasuk hama. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan jenis insektisida dengan jumlah yang wajar dan ramah lingkungan.

2) Penangkapan ikan menggunakan bahan peledak. Dampaknya, yaitu rusaknya ekosistem terumbu karang dan matinya hewan laut lainnya. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu melarang penggunaan bahan peledak dan pukat harimau untuk menangkap ikan di laut serta melakukan penanaman bibit terumbu karang di kawasan laut yang telah rusak.

3) Penebangan hutan secara berlebihan dengan membakar hutan. Dampaknya, yaitu habitat hewan menjadi rusak, menyebabkan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan mempercepat pemanasan global karena jumlah pohon di alam terus berkurang. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu melakukan reboisasi atau penanaman hutan setelah dan menebang hutan dengan sistem tebang pilih.

4) Perburuan hewan langka untuk dijual ke luar negeri. Dampaknya, yaitu jumlah hewan di alam terus berkurang hingga mendekati kepunahan dan terganggunya rantai makanan dalam ekosistem tersebut. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu mendirikan tempat penangkaran hewan langka, melarang pemburuan hewan langka, dan menegakkan hukuman yang berat bagi pelaku pemburuan hewan langka.

5) Penambangan pasir secara liar di sungai dan pesisir pantai. Dampaknya, yaitu kerusakan lapisan tanah, tanah longsor, pencemaran air laut, dan pendangkalan pesisir laut. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu melarang penambangan pasir di wilayah sungai dan pesisir pantail secara berlebihan, serta menutup kembali bekas galian tambang pasir agar tidak membahayakan manusia yang tinggal di sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.